Coffee Shop Terbaik di Dubai

Coffee Shop Terbaik di Dubai

9 coffee shop di Dubai dengan espresso enak, minuman kreasi sendiri, sarapan, dan dessert: tempat untuk berlindung dari panas dan menikmati cappuccino dengan tenang di kota.
13.08.26

Di tengah panas Dubai, kopi diminum di tempat yang sejuk, indah, dan benar-benar tahu cara membuat espresso serta cappuccino.

Coffee shop terbaik di Dubai bekerja dengan prinsip yang sama: di luar suhunya +40°C, di dalam ada AC, jendela panoramik, dan biji kopi yang dipilih seseorang dengan teliti dan lama. Kota ini sudah lama bukan lagi sekadar titik transit di antara pencakar langit, melainkan berubah jadi tempat dengan skena kopi yang lengkap — di sini kopi specialty diseduh dari biji Panama dan Kenya, sangrai ala Berlin didatangkan, dan cabang toko kue Prancis dibuka. Kami memilih sembilan alamat — dari kawasan industrial Al Quoz dengan galerinya hingga Dubai Mall — di mana kopi bukan pelengkap interior, melainkan alasan untuk datang. Di satu tempat yang penting adalah cappuccino kreasi sendiri, di tempat lain terasnya dan sarapan hingga jam empat sore, tapi di setiap tempat selalu ada alasan untuk berlama-lama menghindari panas.

Di Al Quoz, dalam ruangan yang dicat studio Spanyol A Vida Group dengan warna terakota dan pasir, tersembunyi coffee shop dengan vas keramik di rak dan buku bercampur tanaman hijau. La Nena menyeduh klasik maupun minuman kreasi sendiri dari biji pilihan, menyajikan jus segar dan teh, serta menawarkan croissant renyah dan dessert dengan penyajian unik sebagai teman kopi. Untuk makanan ada sandwich, bowl, dan salad musiman. Tempat yang bagus untuk duduk berjam-jam dengan laptop, sementara matahari di luar membuat udara tidak cocok untuk jalan-jalan.

Di kawasan Alserkal Avenue, di antara galeri dan ruang seni, ada coffee shop yang sebenarnya adalah bengkel cokelat dengan mesin espresso. Ganache Chocolatier membuat truffle dan cokelat buatan tangan, kue tart berlapis dengan berbagai isian, kukis dengan kacang dan serpihan cokelat. Untuk minuman ada espresso, cappuccino, latte dengan rasa tak biasa, dan cokelat panas buatan sendiri. Interior dengan dinding bertekstur melengkung dan dapur terbuka dirancang agar tidak mengalihkan perhatian dari yang utama — dessert di piring. Formatnya lebih cocok untuk kunjungan santai ketimbang kopi untuk dibawa cepat-cepat.

Di jantung DIFC, di antara menara perkantoran, berdiri coffee shop dengan meja bar marmer dari blok besar berbagai corak — karya studio VSHD Design yang terinspirasi pasir, batu, dan kerang laut. Orijins Café ditujukan bagi yang paham kopi: espresso dan cappuccino klasik berdampingan dengan minuman kreasi sendiri, disertai pastry segar dan dessert. Tempat ini pas disinggahi di sela-sela pertemuan bisnis di distrik keuangan — interiornya cukup formal untuk tidak mengganggu hari kerja, tapi cukup hangat untuk membuat orang ingin berlama-lama.

Pengusaha Ibrahim Al-Malluhi membuka coffee shop di Dubai Design District yang bertumpu pada keseriusan terhadap biji kopi: daftarnya berisi lot dari perkebunan Brasil, Guatemala, Panama, Kolombia, Ekuador, dan Kenya, disangrai dengan presisi yang langsung terasa di cangkir. Palet abu-abu, kayu terang, meja bar beton, dan jendela panoramik — interiornya dirancang agar tidak bersaing dengan isi cangkir. The Espresso Lab adalah pilihan bagi yang memilih coffee shop berdasarkan daftar sangrai, bukan etalase dessert.

Roastery specialty asal Berlin ini sampai ke Taman Al Khazzan di Al Safa Street dan membuka coffee shop dengan teras jalanan yang dinyalakan lampu hangat di malam hari. Di dalam ruangannya ada meja putih persegi berkaki logam hitam dan tanaman hijau dalam pot, di luar ada kursi empuk dan meja kecil. The Barn menjaga fokus pada kopi kualitas tertinggi: klasik seperti espresso dan latte berdampingan dengan minuman kreasi sendiri dan susu nabati bagi yang menghindari susu biasa. Sebagai teman kopi ada sarapan lengkap, camilan, dan dessert, jadi tempat ini bisa disinggahi sejam saja atau untuk sepanjang pagi.

Di Design District, minimalisme Jepang — dinding terang, furnitur kayu, batu besar di lantai — berpadu dengan menu di mana kopi setara pentingnya dengan sarapan. Di Otaku disajikan eggs Benedict dengan bacon, truffle, dan saus hollandaise, pancake yang ringan, focaccia dengan telur poached dan asparagus, serta di sampingnya ada sushi, bowl, dan camilan Jepang. Kopi di sini diseduh dengan metode alternatif, plus banyak minuman kreasi sendiri. Jendela panoramik memberi cukup cahaya sehingga sarapan bisa molor sampai siang — formatnya memungkinkan itu. Karena itu, tempat ini bekerja baik sebagai jeda tenang dengan kopi dan sarapan di sela-sela urusan kota.

Dekat Dubai Mall, di jalan servis yang tak mencolok, tersembunyi coffee shop bergaya Skandinavia: sofa terang melengkung, kursi anyaman, vas berisi ranting di atas meja. Hoof menyeduh kopi dari biji sangrai lokal Archers dan menyajikan sarapan klasik — shakshuka, omelet, roti panggang alpukat. Dessert-nya berupa pastry buatan sendiri, pai, croissant, sementara bagi yang tidak minum kopi ada teh, jus segar, dan limonade. Pilihan yang pas jika setelah belanja di mal ingin kabur dari keramaian dan duduk di tempat tenang tak jauh dari sana.

Di dalam Dubai Mall, di balik meja berlapis ubin biru muda, beroperasi toko kue dengan menu sepenuhnya Prancis. Di Yann Couvreur, hidangan utamanya adalah merveille, mousse cokelat susu yang ringan dengan praline kacang dan meringue renyah, plus kue andalan mereka dengan almond, pecan, karamel vanila, dan ganache cokelat. Dari pastry ada croissant, tartlet, dan kue kecil dengan resep tradisional, dari minuman ada kopi, cokelat panas, dan teh andalan mereka. Meja marmer dan kursi berlapis kulit menjaga tempat ini setara etalase toko roti Prancis, bukan sekadar kafe biasa di mal.

Di Jumeirah 1, di gedung Wasl 51, ada toko roti dengan dessert berukuran besar — croissant, kukis, dan kue tart yang terlihat seperti sengaja dibuat untuk difoto. Daftar kopinya mencakup klasik dan minuman dengan metode seduh alternatif. Sarapan di sini disajikan dari pukul 8 pagi hingga 4 sore, dan menunya punya pilihan vegan, bebas gluten, dan bebas laktosa — hal langka untuk format sesederhana ini. Jendela panoramik dan ubin putih di dinding menjaga interior tetap terang dan netral, tanpa detail berlebihan yang mengalihkan perhatian dari makanan.

13.08.2026