

Terkadang sebuah kota paling baik dipahami bukan lewat restoran, melainkan lewat bar-barnya — dari cara mereka meracik minuman, orang-orang, dan suasana hati.
Bar terbaik di Saint Petersburg bukan sekadar tempat dengan daftar minuman. Ini adalah dunia-dunia tersendiri dengan logika, pengunjung, dan alasannya masing-masing. Kota ini pandai menciptakan konsep yang tidak muat dalam satu kategori: di sini sebuah bar koktail bisa sekaligus menjadi galeri dan ruang listening, pabrik bir kraft bisa menjadi restoran sungguhan, dan bar tapas di Petrogradka bisa menjadi tempat paling bernuansa Spanyol di sebelah barat Barcelona. Dalam daftar ini ada sebelas alamat yang dipilih redaksi The Taste bukan berdasarkan popularitas, melainkan karakter. Di antaranya ada El Copitas yang legendaris, menempati posisi kedelapan dalam peringkat dunia 50 Best Bars, bar aperitif ala Italia dengan air mancur Negroni, "Kabinet" yang teatrikal bernuansa tempat rahasia pra-revolusi, dan bar di pabrik bir AF Brew di dalam bekas pabrik Stepan Razin. Bar koktail di Saint Petersburg berdampingan di sini dengan bar anggur, rumah minum sederhana, dan ruang biliar — karena malam di Saint Petersburg jarang bersifat tunggal. Pilihlah sesuai suasana hati Anda: kami sudah menandai sorotannya, sisanya terserah Anda.
AF Brew Taproom menempati bekas kompleks pabrik bernama Stepan Razin, dan latar industrialnya bekerja sama baiknya dengan papan nama. Beton, lengkungan arsitektur, pipa terbuka, dan meja kayu besar langsung menetapkan nuansa yang lugas dan sedikit kasar. Di keran-keran ada lini AF Brew sendiri: dari klasik yang mudah dipahami hingga racikan eksperimental dengan bahan tak terduga, berdampingan dengan pilihan dari pabrik bir Rusia dan luar negeri. Bir di sini disajikan dengan camilan dan hidangan India — kombinasi yang awalnya mengejutkan, lalu terasa wajar. Tempat untuk malam tanpa formalitas, tapi tetap memperhatikan apa yang dituang ke dalam gelas.
Atelye di Jalan Lakhtinskaya bekerja seperti Barcelona mini di Petrogradka: lampu gantung tembaga, meja kayu bersama sebagai pengganti bar biasa, dinding berlukis, dan neon "No Bad Days". Dapur bertumpu pada oven Spanyol josper yang dibakar dengan ranting anggur: daging, ikan, dan sayuran mendapat sentuhan asap yang bersih. Chef Vladimir Vorgulev menyusun menu dari jamon Iberico, pintxos Basque, gurita dengan puree, dan machete dengan ubi jalar asap. Di bar ada orujo, pacharán, sider Galicia, dan gin. Musim panas, teras membuat tempat ini semakin ramai dan lepas.
Big Wine Freaks adalah bar sampanye tempat anggur bukan sekadar pendamping malam, melainkan alasan utamanya. Di dalamnya bernuansa loft: bata, kaca, logam, kayu, dan lampu gantung kristal besar di atas bar berbentuk lengkung. Daftar minumannya berfokus pada biodinamik dan sampanye khas — bukan sekadar tren, melainkan sikap yang konsisten. Orang datang ke sini bukan demi segelas minuman serbaguna "untuk apa saja", melainkan demi percakapan tentang rasa, gaya, dan produsen. Pesta memang kadang terjadi, tetapi nadanya tetap ditentukan oleh bar anggur: tempat ini tetap menjadi salah satu yang paling dikenal bagi mereka yang suka minum dengan penuh perhatian.
El Copitas berawal dari petualangan tiga sahabat dan tumbuh menjadi salah satu bar paling dikenal di negeri ini: pada 2021 proyek ini masuk delapan besar 50 Best Bars. Setelah renovasi menyambut satu dekade, ruangannya menjadi lebih gelap dan lebih simbolis: DA Bureau menyusun interior sebagai alegori gereja yang terbakar, lengkap dengan ornamen Mesoamerika dan alur bar yang padat. Igor Zernov, Artyom Peruk, dan Nikolai Kiselyov mempertahankan hal utama — sensasi dunia tertutup yang tidak sekadar didatangi demi segelas koktail. Mezcal di sini bukan sekadar bahan, melainkan bahasa yang digunakan bar ini untuk berbicara dengan tamunya.
"Khorovod" dari AF Brew menunjukkan bahwa sebuah rumah minum sederhana bisa terasa rapi dan modern tanpa kehilangan kesederhanaannya. Di gedung Perhimpunan Basseiny, minuman keras menjadi tema utama: destilat Rusia dan luar negeri, infus buatan sendiri dari kimchi, biji tonka, macadamia, dan markisa. Bir juga tersedia, tetapi sudah menjadi bagian dari sistem keseluruhan, bukan satu-satunya alasan datang. Untuk makanan ada acar, tapas, wafel, dan draniki (perkedel kentang). Ruangan yang terang dengan jendela menghadap Taman Nekrasovsky dan bingkai bersejarah pada sekat ruangan membuat malam terasa lebih lembut dari dugaan. Tempat yang sederhana bentuknya, tetapi sangat matang dalam detail.
"SHUM" bertempat di rumah-museum Vladimir Mayakovsky, dan alamat ini langsung memberikan perspektif yang khas. Di dalamnya, ruangan berfungsi seperti panggung: orang datang ke sini bukan hanya untuk minum, tetapi juga untuk mengikuti programnya. Pada Rabu dan Kamis ada poetry slam, kuliah, dan pertemuan klub buku, sementara akhir pekan diisi pertunjukan musik live. Kata "kabaret" dalam namanya bukan sekadar gaya retro, melainkan deskripsi akurat dari format tempat seni dan pesta ada dalam satu meja yang sama. Anda tak perlu datang dengan rencana sendiri: rencananya sudah dibuatkan, tinggal pilih malamnya.
"Kabinet" dibangun sebagai fantasi teatrikal tentang Rusia pra-revolusi di masa larangan alkohol, ketika minum hanya bisa dilakukan di ruangan-ruangan tersembunyi sebuah restoran. Cahaya remang, lilin, kostum bartender yang formal, dan musik live bukan sekadar dekorasi, melainkan aturan main. Daftar minumannya berisi 38 koktail yang dirancang seperti dek kartu tarot; sambil minum, Anda bisa bermain poker. Tempat ini cocok untuk kencan, pertemuan bisnis dalam suasana tak biasa, atau malam bersama teman. Yang terpenting, teatrikalitasnya tidak berubah menjadi museum: perannya dimainkan dengan baik, tetapi di dalamnya tetap ada bar yang hidup.
Di Octave, suara bukan sekadar latar, melainkan alasan untuk datang. Di pintu masuk berdiri dua sistem Hi-Fi: Altec Lansing tahun 1978 dengan penguat tabung, dan Pitt & Giblin Superwax rakitan tangan. Di sekelilingnya ada kayu gelap, meja rendah, cahaya vintage, piringan hitam, dan karya-karya galeri Saint Petersburg. Daftar minuman disusun oleh Nikolai Orekhov: Lemon Pie Negroni, Perfect Mojito dengan gin dan agricole, Adonis Russian Tea. Bagian anggurnya juga serius — lebih dari seratus label avant-garde dan bernuansa terroir. Akhir pekan diisi DJ dan dansa, hari biasa diisi vinyl dan percakapan tanpa perlu berteriak melawan keramaian ruangan.
Orthodox di dekat Ploshchad Vosstaniya menyusun daftar minumannya seperti kamus budaya Rusia. Setiap koktail terkait dengan nama atau karya tertentu: "Shchelkunchik" (Kacang Kemiri) dengan vodka soba dan medovukha merujuk pada Tchaikovsky, "Sleeping Beauty" dengan sparkling wine dan likuer chamomile merujuk pada estetika balet. Ini bukan sekadar permainan nama, melainkan cara memulai percakapan lewat kode-kode yang dikenal. Bar berbentuk setengah lingkaran, sofa kulit, dan campuran gaya loft dengan hi-tech menjaga ruangan tetap di antara intim dan dinamis. Pilihan bagus untuk malam ketika Anda ingin bukan sekadar minum, tetapi mendapatkan sebuah cerita dalam gelas.
Solids memadukan klub biliar dan bar koktail sedemikian rupa sehingga satu tidak terasa seperti pelengkap yang lain. Interiornya terinspirasi "The Grand Budapest Hotel" karya Wes Anderson dan motel Amerika pertengahan abad lalu: mid-century dengan sentuhan ironi, tanpa nostalgia yang berlebihan. Ruangannya terbagi menjadi tiga zona: area koktail sebelum bermain, ruang utama dengan dua meja pool, dan Orange Room — ruangan terpisah bergaya David Lynch yang bisa dipesan khusus. Menunya menyajikan sayuran dengan hummus dan junk food, sementara barnya menyuguhkan klasik dan versi kreasi sendiri. Ritme malamnya jelas: minum, main, ulangi.
Tagliatella Caffe membangun suasana malam mengelilingi budaya aperitif Italia. Di balik bar bekerja tim perempuan dengan jaket putih double-breasted dan syal khas mereka, dan referensi visualnya langsung terbaca: Harry's Bar, Camparino in Galleria, klasik tanpa kesan museum. Simbol utamanya adalah air mancur bernama Oleg, tempat tamu menuang sendiri Negroni-nya: gestur yang sederhana tetapi berkesan. Daftar minumannya berisi amaro, bitter, vermouth, koktail musiman, dan "Selasa Pahit" dengan pencicipan destilat. Di dapur terbuka, pasta dan pizza dibuat dengan tangan, agar aperitif tak pernah berjalan tanpa makanan.
24.07.2026
Tempat terbaik di kota