Restoran di Rozhdestvensky Boulevard dari Boris Zarkov dan Vladimir Mukhin dibangun di sekitar api terbuka dan pabrik roti sendiri. Chef Alexey Bekasov, sementara roti sourdough dan borscht tetap menjadi alasan untuk datang.

Di Rozhdestvensky Boulevard, 1 beroperasi restoran Gorynych — proyek Boris Zarkov dan Vladimir Mukhin, di mana semuanya diatur di sekitar panas api hidup: tungku, hosper, smoker, dan pabrik roti kayu dalam satu dapur terbuka. Di tengah ruangan — tungku pizza besar yang tidak pernah didinginkan: selalu panas hingga 300°C sepanjang waktu. Tungku inilah yang memberi nama pada restoran ini (Gorynych, merujuk pada naga api dalam mitologi Rusia). Chef Alexey Bekasov menyusun menu di sekitar panas ini: pizza Napoli, steak dry-aged buatan sendiri, hidangan panggangan — semuanya melewati api dalam satu bentuk atau lainnya.

Menurut tim panduan restoran kami, borscht dan roti di sini adalah yang terbaik di kota, dan ini bukan pujian basa-basi.

Berseberangan dengan dapur terbuka — pabrik roti dengan tungku kayu dan batu giling untuk menggiling biji-bijian. Setiap hari di sini dipanggang enam jenis roti sourdough, yang raginya sudah berusia 17 tahun: Vladimir Mukhin dulu membawanya dari Biara Spaso-Prilutsky di Vologda. Roti dijual untuk dibawa pulang — dan orang memang datang khusus untuk itu, bukan untuk makan malam. Borscht dalam menu tetap menjadi salah satu alasan utama untuk kembali lagi ke sini: kental, kaya rasa, tanpa kompromi demi tren.

Interior digarap oleh Natalya Belonogova — desainer Moskow yang banyak bekerja dengan beton dan tekstur kasar. Di Gorynych hal ini terasa secara harfiah: permukaan beton berdampingan dengan kayu gelap olahan tangan, jendela dibingkai dengan nalichnik kayu tradisional, dinding dihiasi lukisan bertema karya Bilibin. Di dinding belakang dapur terbuka — foto panorama besar. Ruangan ini luas tetapi tidak terasa dingin: cahayanya hangat, materialnya berat, teksturnya terasa bahkan dari kejauhan. Jendela panorama besar menghadap boulevard — pemandangan Rozhdestvensky menjadi bagian dari malam, terutama saat langit di balik kaca mulai gelap.

Menu disusun di sekitar teknik, bukan satu jenis masakan: pizza Napoli dari tungku panas, steak dry-aged dari hosper, hidangan dari smoker — setiap pilihan terkait dengan sumber panas tertentu. Dapur terbuka saat makan malam berfungsi seperti tontonan tersendiri: terlihat bagaimana bara bergerak, bagaimana roti keluar, bagaimana daging matang di atas panggangan. Ini bukan sekadar dekorasi — ini adalah proses kerja yang disaksikan tamu secara langsung.

Tamu rahasia kami memberi nilai 8 dari 10 untuk makan malam — untuk kepadatan rasa, kerja yang meyakinkan dengan api, dan roti yang layak menjadi alasan tersendiri untuk kembali. Gorynych sudah lama bukan lagi tempat yang perlu «ditemukan» — ia telah menjadi bagian dari lanskap restoran Moskow, tempat orang tetap kembali untuk hidangan-hidangan tertentu.